Pages

21 May 2010

Panduan Usaha Kecil Menengah

Oleh : Elvia Puspa Dewi

Usaha kecil menengah memiliki karakteristik yang unik yang memerlukan perhatian khusus. Beberapa orang mungkin ragu mengenai bagaimana mudahnya mengembangkan usaha. Disini saya menyajikan beberapa saran tentang bagaimana usaha kecil menengah dapat bertahan bahkan di masa yang penuh gejolak.

1. Berkonsentrasi pada teknologi inti dan outsource pekerjaan yang bukan keahlian anda, ingat satu-satunya tujuan outsourcing adalah menghemat biaya sumber daya manusia yang merupakan kebutuhan utama agar bisnis tumbuh atau bertahan. Bahkan tren akhir-akhir Human Resources Outsourcing adalah perekrutan asisten virtual yang pada dasarnya memanfaatkan keuntungan para usaha kecil menengah di zaman ini.

Prinsip-prinsip Bisnis Rumahan

Oleh : Elvia Puspa Dewi
Bisakah orang sukses bisnis rumahan ? Melihat kembali banyak usaha bisnis rumahan yang gagal. Begitu banyak kegagalan yang sering kita dengar sehingga kita mulai meragukan bahwa keberhasilan dalam bisnis rumahan. Tapi kita berharap kegagalan itu tidak akan terjadi karena kita telah menerima bimbingan dari orang-orang yang sudah sukses dalam berbisnis.

Jika anda gagal jangan cepat menyerah melainkan tambah ketekunan agar anda mampu mencapai keberhasilan sehingga lolos dari kegagalan bisnis rumahan. Sepanjang jalan anda akan menemukan banyak hal yang tidak kita inginkan dalam perjalanan usaha.

Wira Usaha (Review)

Oleh : Elvia Puspa Dewi


Wira usaha adalah proses yang dialami oleh sekelompok orang guna mengambil resiko waktu dan uang dalam mengejar peluang untuk mencapai nilai dan pertumbuhan melalui inovasi tanpa melihat sumber daya yang sekarang mereka miliki.

Tiga tema penting dalam definisi wira usaha adalah mengejar peluang, inovasi dan pertumbuhan. Para wira usahawan mengejar peluang peluang untuk mengembangkan bisnisnya dengan mengubah, merevolusi, mengolah atau memperkenalkan produk atau jasa baru.

19 May 2010

Sri Mulyani Mengaku Menang, Idrus Berang

By budi, okezone.com

"Di antara Anda semua yang ada di sini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil."

JAKARTA - "Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari Anda mengatakan apakah Sri Mulyani kalah? Apakah Sri Mulyani lari? Dan saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu adalah suatu loss atau kehilangan. Di antara Anda semua yang ada di sini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak di sini."

16 May 2010

Mengatasi Masalah Jerawat

Jerawat atau Acne adalah masalah yang sering dihadapi oleh remaja, baik putra maupun putri. Tentu saja hal ini membuat panik, kesal, dan jengkel para remaja padahal justru pada diusia inilah seharusnya mereka tampil percaya diri.

14 May 2010

Mahasiswa di Aceh Tawuran, 4 Luka

Ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) terlibat aksi tawuran di komplek kampusnya di Darussalam, Banda Aceh, Jumat (14/5/2010). Empat mahasiswa luka-luka.
BANDA ACEH _ Ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) terlibat aksi tawuran di komplek kampusnya di Darussalam, Banda Aceh, Jumat (14/5/2010). Empat mahasiswa luka-luka.

Massa dari Pemerintahan Mahasiswa (Pema) bersama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) terlibat saling lempar dan pukul dengan massa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan BEM Fakultas.

Informasi dihimpun okezone di lokasi kejadian menyebutkan, tawuran berawal dari ketidaksepahaman antar kedua kubu dalam sidang umum mahasiswa yang digelar di pelataran Gedung AAC Unsyiah, pagi tadi.

Saat itu, Pema Unsyiah menginginkan pihaknya diberi kewenangan sebagai otoritas tertinggi lembaga mahasiswa dan UKM-UKM di Unsyiah harus tunduk ke mereka.

Pema juga ingin mereka berhak memberi sanksi kepada UKM dengan persetujuan legislatif mahasiswa. Pasal yang menyatakan kewenangan itu diprotes oleh mahasiswa dari UKM didukung BEM Fakultas, hingga ruangan sidang memanas, berujung ricuh.

"Karena Pema ngotot pada pendiriannya jadi ribut," kata Arif Maulana, seorang mahasiswa Unsyiah. Kericuhan di ruangan reda saat memasuki waktu shalat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB.

Celakanya, usai waktu shalat Jumat, sekitar pukul 14.30 WIB, di luar ruangan ketegangan terjadi lagi.

Kedua kelompok massa mulai mempersenjatai dirinya masing-masing dengan balok, besi dan batu. Tiba-tiba, terlibat saling lempar batu, kemudian saling kejar dan adu pukul. Tak puas dengan itu, massa ikut merusak Sekretariat Pema Unsyiah.

Empat mahasiswa jadi korban dan terpaksa dibawa ke Rumah Sakit.
Aksi tawuran reda setelah Polisi dan pihak rektorat turun menenangkan massa, sore tadi.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsyiah, Rusli Yusuf menyatakan, aksi itu terjadi hanya karena mis komunikasi antara kedua kubu mahasiswa. "Dalam dua hari ini, kita akan melakukan negosiasi untuk mendamaikan mereka," kata dia.

13 May 2010

Penarikan Penyidik Polri di KPK Tak Terkait Anggodo

By dede.suryana, okezone.com,
Mabes Polri membantah isu miring soal penarikan sejumlah penyidik yang dititipkan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai bentuk pencabutan dukungan terhadap institusi antikorupsi ini.

JAKARTA - Mabes Polri membantah isu miring soal penarikan sejumlah penyidik yang dititipkan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai bentuk pencabutan dukungan terhadap institusi antikorupsi ini.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, lembaganya sudah berkoordinasi dengan KPK terkait penarikan itu.

"Sudah koordinasi untuk cari solusi. Penyidik kita banyak, nanti akan ada penggantian, permohonan ditunda sementara," ujar Edward saat konferensi pers di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/5/2010).

Penggantian ini, kata Edward, memang rutin dilakukan dan ini adalah tahun kedua penyidik Polri berada di KPK dan sudah mengalami perpanjangan sesuai perminta KPK. "Sudah diperpanjang para penyidik ini tahun ke-2," jelasnya.

Edward juga membantah, penarikan itu terkait dengan Anggodo Widjojo, mengingat empat penyidik itu, masing-masing Dafief, Bambang Tertianto, Irhamni, dan Rony Samtana, adalah penyidik kasus Anggodo.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mencurigai rencana Mabes Polri menarik empat penyidik yang dipinjamkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki motif tertentu.

"Kami khawatir ada pihak-pihak tertentu yang meminta Mabes Polri untuk menarik (para penyidiknya), motifnya untuk menghambat penanganan kasus Anggodo," ujar Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho.

ICW Curigai Penarikan Penyidik Anggodo Pesanan

By dede.suryana, okezone.com

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencurigai rencana Mabes Polri menarik empat penyidik yang dipinjamkan ke KPK bermotif tertentu. Sebab, mereka adalah penyidik kasus Anggodo Widjojo.


JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mencurigai rencana Mabes Polri menarik empat penyidik yang dipinjamkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki motif tertentu.

Sebab, mereka adalah orang-orang yang tengah menangani kasus Anggodo Widjojo, terdakwa perkara dugaan suap ke pimpinan KPK.

"Kami khawatir ada pihak-pihak tertentu yang meminta Mabes Polri untuk menarik (para penyidiknya), motifnya untuk menghambat penanganan kasus Anggodo," ujar Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho saat dihubungi wartawan, Rabu (12/5/2010).

Emerson berharap agar para pimpinan KPK meminta Mabes Polri menunda atau membatalkan niatnya, agar penyidikan kasus Anggodo berjalan lancar. Apalagi, dalam perkara yang melibatkan Anggodo itu turut menyeret sejumlah nama pejabat di lembaga hukum.

"Bisa jadi ada kepentingan dan pihak-pihak yang terganggu dalam Mabes Polri. Kita hanya bisa mendorong penyidik agar independen untuk menghindari intevensi," ungkapnya.

Dengan kejadian ini, kata Emerson, pimpinan KPK perlu didorong untuk mengangkat penyidik independen agar tidak terganggu dengan persoalan seperti ini.

Selain bisa terhindar dari intervensi, juga bisa untuk menghindari ketergantungan lembaga penegak hukum lain. "Kalau masih mengambil penyidik dari lembaga penegak hukum lain, justru rentan dengan intervensi lembaga asalnya," terang dia.

Diketahui, KPK telah menerima surat dari Polri pada tanggal 3 Mei 2010 lalu bernomor R/703/V/2010/Sde tentang permintaan penarikan empat penyidik KPK yang bernama Dafief, Bambang Tertianto, Irhamni, dan Rony Samtana. Mereka adalah penyidik kasus Anggodo.

12 May 2010

12 Tahun Tragedi Trisakti dan Penegakan Hukum

By anton, okezone.com
Reformasi dan demokratisasi di Indonesia sudah memasuki usia ke-12 tahun. Sejak reformasi, struktur dan sistem ketatanegaraan banyak berubah.
12 Tahun Tragedi Trisakti dan Penegakan Hukum
JAKARTA – Reformasi dan demokratisasi yang berlangsung di Indonesia sudah memasuki usia ke-12 tahun. Sejak reformasi, struktur dan sistem ketatanegaraan banyak berubah.
Di antaranya, pembatasan masa jabatan presiden maksimal 2 periode.
Tak hanya itu, presiden dan wakil presiden sampai tingkat bupati dan wali kota juga dipilih secara langsung oleh rakyat. Hal yang sama juga berlaku untuk para wakil rakyat di DPR dan DPD. Yang paling terasa tentu saja kebebasan pers dan kebebasan menyampaikan pendapat dan berserikat.
Dalam berbagai kesempatan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sering kali menyatakan, kebebasan harus berbarengan dengan penegakan hukum dan kepatuhan terhadap hukum. Praktiknya, masih menjadi perdebatan. Seriuskan Presiden, dan seluruh aparat penegak hukum melaksanakan hukum?
Mari kita kembali saja reformasi. Dua belas tahun lalu atau 12 Mei 1998, situasi Indonesia khususnya Ibu Kota Jakarta sedang genting. Demonstrasi mahasiswa untuk menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto kian membesar tiap hari. Dan kita tahu, aksi itu akhirnya melibatkan rakyat dari berbagai lapisan.
Peristiwa itu diliput dan disiarkan secara luas oleh media massa. Melalui televisi, mereka yang berada di pelosok negeri pun bisa menyaksikan perkembangan aksi mahasiswa. Demikian juga dengan masyarakat internasional.
Salah satu momentum penting yang menjadi titik balik perjuangan mahasiswa adalah peristiwa yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendrawan Sie.
Mereka ditembak aparat keamanan saat melakukan aksi damai dan mimbar bebas di kampus A Universitas Trisakti, Jalan Kyai Tapa Grogol, Jakarta Barat. Aksi yang diikuti sekira 6.000 mahasiswa, dosen, dan civitas akademika lainnya itu berlangsung sejak pukul 10.30 WIB.
Beberapa aksi simbolik menandai demonstrasi ini. Di antaranya penurunan bendera Merah Putih menjadi setengah tiang sebagai pertanda keprihatinan terhadap kondisi bangasa. Puas melakukan orasi, siang harinya pintu kampus dibuka dan mahasiswa melakukan long march menuju Gedung MPR/DPR.
Di sinilah awal mula tragedi kemanusiaan itu. Ketika sampai di depan kantor Wali Kota Jakarta Barat, mahasiswa dihadang oleh aparat keamanan bersenjata pentungan dan tameng.
Negosiasi sempat berlangsung antara perwakilan mahasiswa dengan Komandan Kodim Jakarta Barat Let Kol Amril dan Wakil Kapolres Jakarta Barat Mayor Herman. Mahasiwa meminta agar mereka diizinkan melanjutkan long march.
Permintaan itu tak dikabulkan. Aparat beralasan, aksi itu akan menimbulkan kemacetan lalu lintas dan menimbulkan kerusakan. Akhirnya, sekira pukul 16.45 mahasiswa mengalah dan bergerak kembali ke kampus, setelah dibujuk Dekan Fakultas Hukum Universitas Trisakti Andi Andojo.
Namun, pada saat akan kembali ke kampus, tiba-tiba aparat mengejar, memukul dan menembaki mahasiswa dengan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam. Akibatnya, empat mahasiswa tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Ironis, karena mereka justru diserang pada saat akan dan beberapa di antaranya sudah kembali ke kampus.
Tewasnya keempat mahasiwa tersebut tidak mematikan semangat rekan-rekan mereka. Justru sebaliknya, kejadian itu menimbulkan aksi solidaritas di seluruh kampus di Indonesia. Apalagi, pemakaman mereka disiarkan secara dramatis oleh televisi. Keempat mahasiswa itu menjadi martir dan diberi gelar pahlawan reformasi.
Puncak dari perjuangan itu adalah ketika Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden pada Kamis, 21 Mei 2008.
Sayangnya, walaupun sudah berlalu 12 tahun, penuntasan kasus hukum kasus Trisakti, dan juga Semanggi I dan Semanggi II tetap tidak selesai. Mereka yang dulu menentang reformasi dan bertangggungjawab terhadap tewasnya mahasiswa, tetap melenggang tanpa pernah dihukum. Bahkan, kini turut menikmati hasil reformasi itu sendiri.

Susno Ditangkap

Liputan6.com
Jakarta: Usai diperiksa di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji ditangkap. Terhitung pukul 17.00 WIB, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu resmi ditangkap tim penyidik Mabes Polri. Susno tersangkut kasus dugaan gratifikasi sebesar Rp 500 juta dari tersangka Sjahril Djohan, seseorang yang disebut Susno sebagai makelar kasus kelas kakap. Tim penyidik selama 1 x 24 jam akan melakukan pemeriksaan intensif. Dan jika diperlukan atau cukup bukti akan dilakukan penahanan. Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Pol. Edward Aritonang kepada SCTV, Senin (10/5) petang. “Setelah diperiksa hari ini, tim penyidik menganggap perlu menangkap Susno Duadji,” ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri tersebut.(MLA/ANS)

Mau bikin akun Paypal ?

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.